jump to navigation

Menelusuri Jalan Daendels Jawa Selatan

Herman Willem Daendels (1809) merupakan Gubernur Jendral keturunan Perancis pada masa kolonialisasi Belanda di Indonesia, telah banyak memberikan dampak pada pembangunan jalan, terutama di Jawa. Hasil karya terkenalnya adalah jalur Anyer – Panarukan yang dikenal dengan jalur Pos,  yang dibangun dengan menggunakan keringat dan darah anak bangsa waktu itu. Jalur lain yang dipercaya telah dibangun olehnya adalah jalur Pantai Selatan Jawa Tengah atau jalur Selatan Selatan Jawa Tengah. Jalur ini pun diberi nama jalur Daendels yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dan Cilacap sepanjang 117 km melaui Mirit, Ambal dan pantai Ayah.

Jalur ini dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif. Jika ingin menggunakan jalur ini, disarankan agar melintas di siang hari dengan kondisi kendaraan prima serta BBM yang cukup. Di beberapa ruas di sepanjang jalur ini kondisinya agak sedikit rusak, minim marka dan rambu, tidak terdapat bengkel besar dan hanya terdapat beberapa SPBU yang hanya menyediakan BBM bersubsidi (premium dan solar).

===================================================

Peta Jalur Daendels Selatan.

===================================================

Dari arah Timur ke Barat (DIY – Cilacap).

Sepanjang sekitar 95 km atau 81% dari panjang totalnya, jalur Daendels Selatan berupa jalan lurus  dan mendatar. Kondisi jalan yang berkelok dan naik/turun dijumpai di daerah Karang Bolong, Pantai Ayah dan Srati kerena di daerah tersebut melewati kawasan berkontur yang sebagian besar didominasi oleh bukit-bukit batugamping.

 

Dimulai dari propinsi DI Yogyakarta menuju ke Barat, ujung Timur jalur ini dapat ditemui di dekat perbatasan antara DIY dengan propinsi Jawa Tengah, yaitu di daerah Kulon Progo, atau tepatnya di kampung Temon (warna magenta pada peta Ujung Timur jalur Daendels Selatan). Di daerah ini, jalur Daendels Selatan ini berupa jalan mulus 4 lajur dan memiliki pemisah jalan sepanjang beberapa kilometer. Setelah itu berubah menjadi 2 lajur jalan mulus yang tidak memiliki pemisah dengan panjang sekitar 10 km. Pada interval ini, anda dapat memacu kendaraan anda dengan kecepatan di atas 100 km/jam. Pada ruas ini telah tersedia marka jalan yang cukup memadai, hanya saja rambu-rambu lalu lintas yang tersedia jumlahnya masih terbilang sangat minim.

===================================================

Ujung Timur jalur Daendels Selatan.

===================================================

Tepat di ujung jalan mulus 2 lajur yang telah disebutkan di atas, kondisi jalan berubah secara drastis menjadi jalan tanah rusak parah yang sedang dalam proses perbaikan. Jalan tanah ini sepanjang sekitar 3 km dan hanya bisa delewati oleh satu kendaraan.

===================================================

Ruas yang sedang dalam perbaikan.

===================================================

Setelah melewati ruas yang sedang diperbaiki, lebar badan jalan mejadi sempit, terkadang agak sulit jika berpapasan atau mendahului truk berukuran kecil. Kondisi jalan juga cukup bergelombang karena aspal yang kasar dan banyak terdapat lubang. Kecepatan maksimum yang disarankan untuk sedan ketika melewati ruas ini adalah 40 km/jam. Rambu dan marka jalan di sepanjang ruas ini tidak tersedia dengan baik.  Selanjutnya, dengan lebar badan jalan yang kurang lebih sama, di ruas Mirit – Ambal, kondisi jalan sedikit membaik, anda dapat memacu kendaraan lebih cepat, kecepatan maksimum yang dapat dicapai untuk sedan adalah sekitar 50 km/jam.

Ketika sampai di Kecamatan Ambal, disarankan untuk menikmati lezatnya makanan khas daerah Ambal, yaitu sate ayam Ambal sambil ngaso sejenak setelah melewati jalan yang buruk atau jika anda dari arah Barat, sebagai persiapan untuk melewati jalan yang buruk. Harga per porsi sekitar 20 ribu rupiah (per porsi isi 20 tusuk sate). Warung sate Ambal dapat dijumpai di sepanjang jalan Daendels Selatan sekitar kecamatan Ambal. Teman saya yang asli orang Ambal bernama Basuki, seorang deep water drilling engineer specialist, merekomendasikan sate ayam Ambal Pak Tukijan yang berada di dekat kantor kecamatan Ambal sebagai tempat favorit untuk menikmati lezatnya sate ini.

Setelah melewati Ambal ke arah Barat, kondisi jalan Deandels Selatan ini cukup lumayan mulus sampai tempat wisata Karang Bolong. Beberapa ruas yang bergelombang memang masih ditemui, tapi tidak sepanjang di ruas sebelumnya. Hati-hati ketika melewati ruas ini, selain lebar jalan yang sempit, banyak warga yang menyeberang, marka dan rambu lalu lintas yang tersedia juga masih sangat minim. Di kanan dan kiri jalan berupa sawah, ladang, kebun dan  beberapa perumahan penduduk.

===================================================

Ruas Ambal – Karang Bolong.

===================================================

Foto Satelit sekitar Srati (Mbah Google).

===================================================

Menuju ke arah Barat sampai pantai Ayah (di peta GPS dinamakan Logending), jalur Daendels Selatan ini berubah karakter, yang sebelumnya berupa jalan lurus dan mendatar, menjadi berkelok-kelok dan naik/turun karena harus melewati perbukitan batugamping yang berada di Selatan Gombong. Beberapa tebing dan jurang yang rawan longsor dapat dijumpai di beberapa ruas pada interval ini. Secara umum, kondisi aspal jalan cukup halus. Marka dan rambu jalan juga terbilang sangat minim. Tanjakan/turunan tajam dijumpai di daerah Srati. Di kanan kiri ruas jalan ini sebagian besar merupakan kawasan hutan yang cukup rindang dengan beberapa perkampungan kecil. Pemandangan yang cukup indah dapat dijumpai sebelum memasuki pantai Logending berupa view landscape garis pantai Selatan Jawa dari pantai Ayah sampai ke arah Cilacap.

===================================================

Landscape pantai Selatan Jawa, Cilacap.

===================================================

Interval bagian Barat jalur Daendels dimulai dari pantai Ayah sampai Cilacap. Interval ini merupakan jalan dengan kualitas sangat bagus. Seperti halnya di bagian Timur, di ruas ini juga berupa jalan yang relatif lurus dan mendatar, memiliki ukuran yang lebih lebar dan dengan kondisi lalu lintas yang sedikit lebih ramai jika dibandingkan dengan ruas Mirit – Karang Bolong. Marka dan rambu jalan yang tersedia terbilang mencukupi.

===================================================

Ruas Barat Daendels.

===================================================

Ujung Barat jalur Daendels merupakan jembatan sungai Serayu, Cilacap. Beberapa meter dari jembatan, jalur ini bertemu dengan jalan raya Rawalo – Cilacap. Di ujung Barat jalur ini, jika ingin meneruskan perjalanan ke arah Banjar atau Purwokerto, maka anda dapat belok ke kanan menuju Rawalo, dan jika ingin mampir sejenak atau menuju Cilacap Kota, maka sebaiknya anda belok ke kiri.

===================================================

Ujung Barat Daendels.

 ===================================================

Demikian ulasan tentang kondisi jalur Daendels. Kondisi ini dapat berubah sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dalam membangun dan menjaga jalur ini. Ada satu hal yang cukup menarik yaitu bahwa kualitas seluruh bangunan jembatan di sepanjang jalur Daendels Selatan yang melintasi sungai-sungai yang bermuara ke laut Selatan sangat bagus dan kokoh.

===================================================

Salah satu contoh jembatan di jalur Daendels dengan kualitas bagus. Maaf gambar agak miring karena pengambilan gambar dilakukan oleh sopir yang sedang mengemudi.

===================================================

Semoga bermanfaat. Melintas di bulan Juni 2010 dan ditulis di bulan Juli 2010.

===================================================
Di bulan Mei 2013 saya sempat melintas di jalur ini dari arah Timur. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, ruas jalan yang merupakan bagian dari wilayah Jogja masih sangat terawat dan mulus. Begitu memasuki wilayah Jateng, kondisi jalan berubah secara drastis, lubang di mana-mana, rusak parah dan tidak terwat. Kita harus sangat berhati-hati untuk memilih jalan kalau masih sayang dengan kaki-kaki mobil, kecuali anda berkendara dengan menggunakan kendaraan sejenis traktor atau sejenis tank.

Saya hanya menjumpai jalur dengan kondisi yang mulus, sepertinya baru saja diperbaiki, di ruas Mirit. Begitu memasuki Ambal yang terkenal dengan sate ayamnya yang lezat, kondisi jalan menjadi parah kembali. Akhirnya saya harus putar balik menuju jalur utama di Kebumen ke arah Gombong, setelah melintas tidak lebih dari 3km dari Ambal karena parahnya kondisi jalan ini. Sehingga saya tidak tahu kondisi terakhir jalan ini ke arah Barat. Namun demikian, saya sudah cukup lega setelah menikmati sate ayam Ambal Pak Tino.

image

Comments»

1. hafiz - September 27, 2010

Lengkap banget infonya..makasih

Lebaran ini , saya jg melewati rute tersebut. SANGAT BERKESAN , terutama harus menanjak tajam sekali sebelum pemandangan indah pantai Ayah ..(saya gak sempat foto-foto) , masih trauma tanjakan he3x)

gama - September 28, 2010

Terima kasih atas komentarnya. Semoga jalur ini akan selalu terawat dan dapat ditingkatkan kualitasnya.

2. agung - October 8, 2010

Nice trip, must try some time..

3. barz - October 11, 2010

mav mas bukannya ujung timurnya di sungai Progo di daerah Brosot Kulon Progo? saya juga baru mengetahuinya kemarin sewaktu menelusuri jalur mati kereta api Palbapang-Sewugalur. CMIIW

gama - October 11, 2010

Wah, saya memang kurang tahu persis batas sebelah Timur jalur ini mas barz, lha wong saya bukan asli Yogyakarta dan sekitarnya (hanya pernah tinggal di deket selokan Mataram selama 2 bulan saja Je). Yang saya tahu ya.. berdasarkan peta GPS dari navigasi.net menunjukkan bahwa batas Timur jalur ini adalah di Temon, sekitar 27 km ke arah Barat dari Brosot. Tapi memang tidak ada bukti lain yang menunjang.

Nanti kalo ada bukti yang valid, saya akan ajukan kritik ke Bapak-bapak moderator di navigasi.net.

salam
Anyway, hatur nuhun pisan/matur nuwun sanget inputnya.

agung - July 18, 2012

Betul mas,,,,ujungnya di Mbrosot seputaran sungai Progo…cuma memang kebanyakan belok kirinya di sekitar Glagah ke Temon, soalnya dekat kembali ke jalur utama Purworejo – Jogja sekitar 3 km …..

4. adi barowo - October 22, 2010

tgl 18 oktober saya mencoba jalur logending cilacap, jalan cukup mulus tp miskin rambu dan yg utama SPBU masih sangat sedikit sekali, Lampu penerangan juga tidak ada

5. anang - March 16, 2011

akhir bulan maret ini, saya dan keluarga berencana melewati route ini, dari blitar menuju cilacap, jika saya hitung, pak Candra melewati route ini sekitar 8 bulan yang lalu,,,,, barangkali pak Candra atau rekan-rekan lain mempunyai update info mengenai route ini… mohon informasinya, terima kasih

6. Thomas Harjanto - April 2, 2011

Saya berencana menyusuri jalan ini di tgl 20 April ini…

Saya tertarik krn membaca tulisan pak Gama ini, ada info lanjutan ?

7. Danny Chan - June 3, 2011

Kbarnya jalur daendels di selatan tdk aman ya.. Byk cerita perampokan dispanjang jalur itu. Trutama diselatan daerah purworejo smp daerah mirit/ambal.. Blm lama jg ada 2 polisi yg mati ditembak.. (ktanya sih dibunuh teroris).. Mhon info keamanan jalur tsb…

8. si oom - June 17, 2011

terakhir lewat sana, beberapa bagian masih dalam perbaikan.
berlubang+bergelombang, kalo misalnya perbaikan selesai bisa buat kebut-kebutan oom..
lempeng gitu, bikin ngantuk :)

9. gama - June 19, 2011

Berdasarkan gosip/omongan warung kopi (semoga saja memang salah) bahwa jalur ini rawan keamanan. Beberapa cerita perampokan pernah saya dengar, kebanyakan diceritakan oleh masyarakat di sekitar Ambal. Saya kurang paham kebenarannya. Maka dari itu, saya sarankan untuk melintasi jalur ini di siang hari saja, kecuali anda adalah anggota militer atau kepolisian yang membawa senjata dan berwenang, memiliki keberanian tinggi serta berjiwa pahlawan.

QHSE - May 30, 2013

dan gemar menabung serta tidak sombong ya mas gam? hihihi

10. Rizki - September 7, 2011

Seorang sopir taksi di Yogya sempat memberi tahu saya tentang jalan Daendels di pantai selatan. Dalam perjalanan pulang dari Yogya Sabtu lalu, ternyata kami sekeluarga diarahkan melalui jalur alternatif ini, krn sepanjang Kebumen-Gombong menuju Jakarta macet parah. Benar2 perjalanan mendebarkan krn malam itu kami harus melewati jalanan desa yg sunyi dan berkelok-kelok naik turun, jurang dan pantai di kanan kiri kami. Syukurlah ternyata di tengah perjalanan kami bertemu banyak pemudik yang senasib, serta penduduk desa yang membantu mengarahkan kendaraan di tikungan2 tajam. Berkat rute yang dibangun dengan mengorbankan ribuan orang ini, kami bebas dari kemacetan panjang di jalur mudik :) kapan ya bisa kembali ke sana? penasaran pgn liat keindahan pantainya di siang hari.

11. karang taruna maredanjawi - October 16, 2011

setau saya ujung timur nya daerah brosot persisnya pertigaan lampu merah deket terminal brosot..kalau sudah masuk daerah purworejo jalan ini banyak yg berlubang..

agung - July 18, 2012

Betul, Liburan Juni 2012 kemarin saya lewat mulai dari Brosot-Glagah-Mirit-Ambal-Petahanan….jalurnya mulus kecuali yg ada di kabupaten Puerworejo (sekitar Ambal) rusak sekitar 10 km…..Kijang Innovapun harus pelan2….

12. must.mean - December 30, 2011

sebagai jalur alternatif dah cukup bagus kok itu jalan …
ane lebaran kemaren lewat situ
walopun gak sampe abis sihh ..
soale ragu2
baru pertama kali lewat situ naek motor :D

13. Noe - January 1, 2012

Ajib, saya kemaren jumat malem lewat jalur ini…. Arah jogja ke cilacap, lumayan lah jalan-nya udah mulus, tapi emang bener… Sepi+jarang rambu, mungkin yang belum pernah lewat jalur ini bakalan bingung. Cuma pas daerah mana gitu, jalannya rada bolong2… tengah2 lah antara jogja-cilacap,….

Asik lah…tapi emang hawa-nya rada “serem”, disarankan lewat situ siang…lumayan cuci mata pake pemandangan sawah2 hehe…

14. Broto - January 3, 2012

saya beberapa minggu yang lalu nyoba jalur ini. dari Jogja berangkat jam 9 pagi sampai di Cilacap jam 12.15 siang..
waktu tempuh 3 jam, beda kalo dengan lewat jalur utama, emang sih enggak kena macet dan lampu lalu-lintas.waktu itu aku pake Classy’92….. pegunungan Kars Gombong selatan punya tanjakan yang berat tapi alhamdullilah sampai juga…..

15. blue - February 3, 2012

kenapa daendels hanya sampai perbatasan yogya-jawa tengah (kulon progo)
mungkin pada waktu daendels takut sama sri sultan,.. hehehe

16. trustwidi - February 6, 2012

kalo mudik ke cilacap dari jogja, ini bisa jadi alternatif kalau pas jalan siang. kalau sudah di atas magrib sih, katanya sebaiknya jangan lewat sini karena masih minim sarana dan rambu-rambu.

cuma sayangnya sampai sekarang saya selalu keluar ke jalan yang menuju ke arah karanganyar karena waktu itu jembatannya masih rusak.

karena posisi sekarang sudah nggak di jogja, jadi udah lama nih nggak lewat jalan ini….

17. gama - February 22, 2012

“kenapa daendels hanya sampai perbatasan yogya-jawa tengah (kulon progo)
mungkin pada waktu daendels takut sama sri sultan,.. hehehe”

Wah saya ndak tahu tuh, mungkin hipotesis blue benar adanya.

18. susanto - March 16, 2012

terlalu banyak kenangan ku di sepanjang jalan daendels ini,
air mata ku menitik bila ku mengenangnya
cintaku tertinggal disana bersama bayang mu

2OO9 ~ 2O11

Minto - July 31, 2012

Wah ini yang paling seru ceritanya ha ha

Cumi - May 30, 2013

Wah om pacarnya ditinggalin disana ya? kasian

19. benbask - April 13, 2012

tampaknya gaungnya kalah dengan Jalan Daendels Pantura.. termasuk detail informasi sejarahnya..

20. wagimin - April 28, 2012

tolong pak, menjelang liburan atau lebaran di update berita terbaru kondisi jalur daendels ini, pasti sangat bermanfaat.terima kasih

21. nunoo - June 12, 2012

bermanfaat & lengkap banget infonya, trims :D

22. agung - July 18, 2012

Mohon infonya kalau mau mudik ke Jogja….menghindari macet di Sumpyuh/Tambak lewat mana ya…..katannya dari Wangon belok kanan arah Cilacap terus kiri arah Karangbolong-Sriti-Ayah-Petanahan…..kondisi jalanya gimana ya…..mohon ilustrasinya bagi yg pernah lewat…..soalnya pengalaman saya beloknya sdh di dekat hotel Candisari Karanganyar belok kanan ke Petanahan bablas jalur Daendels

gama - July 30, 2012

Pak Agung, coba pake penerawangannya mbah Google Earth. Semoga bermanfaat.

23. gunawanspurs - August 8, 2012

Klo dari Wangon hendak k Yogya via jalur Deandels, bisa belok kanan di daerah Jatilawang, ambil arah yg k Kedungwringin – Pekuncen – Kesugihan, ini motong jalan, kondisi jalan jg lumayan, dari pada harus muter2 lewat kota Cilacap yg lebih jauh atau via Rawalo. Silakan cek link google map nya:

http://goo.gl/maps/iwKlq

Lebaran 2010 & 2011 lewat sini, kondisi d daerah perbukitan Ayah – Karangbolong jalannya lumayan, tapi sempit dan penuh tanjakan/turunan yg terjal. Pastikan kondisi kendaraan bener2 sehat, terutama rem tangan dan kampas kopling. Rekomen utk mobil yg kecil/langsing spt minibus atau city car, klo yg gede2 spt Innova apalagi SUV/MPV, wah bisa ngabis2in jalan & susah di tikungan yg lumayan tajam & sempit.

24. adibola - October 10, 2012

baru kemaren lewat daendels masuk dari jalur selatan trus ke selatan masuk pantai karang bolong, lalu lewat ambal – bantul.
Menyenangkan….walau ada sekitar 5 km yang jalanan berjerawat di daerah kebumen. Tapi sepi dan bikin fresh!

25. dishc - December 9, 2012

mas bro, daendels kan jalurnya hanya (bisa dikatakan) Jogja-Cilacap la kok bisa nyambung ke anyer-panarukan?’ apa hubungannya mas?’ hehe :)

gama - July 5, 2013

Jalur Daendles yang paling terkenal adalah memang yang jalur Anyer-Panarukan, atau disebut juga sebagai jalur pos.

Terus terang saya tidak tahu keterkaitan kedua jalan Daendles tersebut. Untuk mengetahui hubungan antara kedua jalan yag terpisah tersebut, disarankan untuk bertanya ke ahli sejarah atau dinas PU.

26. Agung andika - January 28, 2013

Soal perampokan itu hanya isu sekarang sudah banyak bis besar yg lewat jalan
Jika sedang lebaran sudah di pastika. Jalan ini ramai padat lancar… jalan ini mulus…
Karena saya cilacap jogja selalu lewat jalan itu

27. HAMM - May 8, 2013

saat ini mulai maret 2013 s/d sekitar november 2013 jalur di ruas karangnongko (congot) – bugel dan ruas bugel – galur -srandakan dalam proses pembangunan yakni pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan

28. Riris - June 21, 2013

pulang mudk thn 2011 saya lewat jalur selatan dr jogja…seingat saya waktu itu ayah saya yang pegang kemudi dan jam sudah menunjukkan pukul 22.00 dan keadaan macet total. Saya melanjutkan tidur, terbangun sekitar jam 23.30 dan mobil belum beranjak sedikitpun. kemudian beberapa saat ada warga sekitar yang menyarankan untuk melewati jln alternatif, karena yg terjebak macet adalah mayoritas mobil dgn plat B, maka kami berembuk untuk melintas jalan alternatif tsb beriringan, awalnya iringan kami hanya sekitar 10-15 mbl ( tp sepertinya sudah mengekor panjang), keadaan hujan deras..pemandangan sebelah kiri atau kanan saya lupa sepertinya laut (krn tidak tampak ada pohon ataupun rumah penduduk. Seringkali kami berhenti di persimpangan untuk menentukan kemana kami harus berbelok…terkadang kami harus mencari rumah penduduk dan terpaksa mengetuk pintu mereka hanya sekedar menanyakan arah yg tepat. saya merasa keadaannya semakin mistis….(tdk ada rumah penduduk sama sekali) dan sepertinya benar2 dipinggir laut ( kondisi hujan sangaaatt derasss dan angin kencang sekali…).

Didalam mobil kami tidak ada yg bs memejamkan mata, seringkali ayah ku melihat persediaan bensin yg semakin menipis.. semua memandang ke kanan ke kiri, sesekali melihat kebelakang apakah msh ada iringan mbl dibelakang kami…dan yang paling ga tahaannn..adalah buang air keccill..adduuhh..bener2 ga ada SPBU atau rumah makan ( rmh penduduk aja ga ada..)….kondisi itu kami alami sampai krg lebih jam 5 pagi. kami mulai bertemu dgn penduduk sekitar yang mungkin mau kepasar ( krn mrk membawa sayuran di sepeda/motor nya)…saya pikir mungkin ini sdh dekat dgn pemukiman penduduk..syukur2 sdh deket kota….

sampai akhirnya ketemu SPBU… yaa ammpppuunnn….antrinya ppuuanjaanngg bgt…kami yg sdh tdk tahan mau buang air kecil..akhirnya turun dr mobil dan berjalan ke arah SPBU….dan dr kejauhan sdh saya lihat antrian toiletnya….yaa aammppuuuu……(lagi) antri bgt…..ga kebayang sekali masuk 3-5 org..saking dah ga tahan kali ya mrk…akhirnya setelah legaaaa…bensin penuh dan matahari mulai bersinar…kami melanjutkan perjalanan..dan memang benar disebelah kiri saya terlihat lautan…indah sihh…tp klo liatnya kayak malem td ga lagi dehhh..syyeerreemmm….

adduuhh maaf ya kepanjangan..

inos ms - July 31, 2013

gak seserem cerita tadi saya tinggal di tanggerang tapi asli desa srati, kec. ayah setiap mudik itu jalur saya, karena kampung saya ya saya lewat situ, klo ada masalah pas tanjakan tutukan ada rumah adek saya namanya nur insa allah kalau ada masalah bisa di bantu.

29. Toro Asmorodhono - July 3, 2013

…..jalur ini sdh lama aku dengar…pengin kali2 melewati tiap kali mudik tapi rasanya jd ciut nyali setelah baca ini….krn sadar diri boilku sdh cukup lansia….ketjuali Sang Pembagi Rejeki memberi kesempatan mengganti boil yg lebih bertenaga….

gama - July 4, 2013

Terima kasih kepada Ibu Riris yang telah berbagi pengalaman dengan memberikan comment yang panjang. Saya yakin bahwa comment Ibu akan sangat bermanfaat, jadi tidak perlu khawatir.

Iya tuh, jalan di jalur ini sebagian besar rusak parah karena jarang dirawat. Sepertinya proses pengerjaan perbaikannya dilakukan dengan metoda yang sama seperti jalur Pantura, di sini diperbaiki yang di sana rusak, biar project ada terus sepanjang tahun, seumur hidup. Tapi ruas di wilayah Jogja mantappp…

bowie ophos - July 16, 2013

tenang pak,bu,kAng,lik..jAlur ini memng sepi,peteng nek mbengi..ning nek tekan gombong isuk,..pantene ora patut..maen banget

30. bambang N - July 17, 2013

jalan ini merupakan jalur ritual tahunan yang harus kami lalui tiap menjelang lebaran dan setelah lebaran, di daerah kebumen kondisi jalannya memang sebagian besar rusak-berlubang, sebaiknya hati hati jika lewat jalur ini.

31. Dhani Yohanes - July 19, 2013

mudik tahun lalu lewat sini jalannya enak sepi dan bisa macu kendaraan maksimal, kalau tidak mau melewati jalaur pantai ayah – karang bolong – srati bisa ambil jalur utama setelah perlintasan kereta karang anyar ada spbu, hotel dan rumah makan candi sari ada pertigaan pertama belok kanan arah petanahan, sesudah sampe pasar petanahan belok kiri lurus terus sampai pantai congot (jogja)

banyak pantai pantai kecil di sepanjang jalan ini bisa buat melepas penat dan kemacetan

gama - July 19, 2013

Mas Dhani, terima kasih atas tambahan comment-nya.
Namun demikian, mohon kiranya ditambahkan lewatnya di ruas mana ya?, agar dapat dishare ke para pembaca lainnya.
Berdasarkan pantauan terakhir saya bahwa ruas Karang Bolong ke arah timur sampai mau masuk kawasan Jogja, kondisinya parah, kecuali di Mirit. Nah di ruas yang masuk wilayah Jogja menurut saya bisa digunakan untuk landasan pacu pesawat tempur, yang artinya mulus tanpa ada halangan.
Saya kira sama halnya dengan ruas di bagian Barat (Pantai Ayah sampai Cilacap), semoga masih mulus seperti ketika saya melintas 3 tahun lalu.

Narantraya - August 14, 2013

saya tambahkan mungkin maksut mas dani melewati jalan ini -7.650811,109.585338 sebelum rumah makan argo minang belok ke kanan.

32. budi - July 19, 2013

apakah ada yang tahu kondisi jalan deandels sekarang? untuk antisipasi jalur mudik bulan depan. saya denger banyak yang rusak, apakh sudah ada perbaikan?

33. Hilmi Zahran - July 22, 2013

tahun lalu lewat jalur selatan pulang mudik dari arah pantai glagah lurus sampai pantai lohgending-cilacap kota ambil kanan lewat jeruk legi keluar wanareja.aku dari jogja ke bandung cuma harus benar fit boilnya.

34. ayuz - August 12, 2013

Baru td pagi sy lewat jalur ini sepulang dr pwkrto utk menghindari padatnya arus balik pemudik.. Pertama sih gda niat plus sering dgr2 kl daerah ini rawan kejahatan.. Tp begitu liat ada bus efisiensi yg belok ke jalur alternatif ini eee sy ngikut aja di belakang.. Dan wooww ternyata g seperti yg dibayangkan, jalurnya hanya 30% sj yg berlubang yaitu di daerh kebumen smpai pwrejo.. Minusnya adalah saat nahan pipis dan klo apes ban kempes, sulit cari bengkel.. Coba deh jalur ini saat pagi hari, pasti berkesan krn pemandangan yg aduhay plus udara sejuk..

35. misbmanise - August 13, 2013

kalau dari jogja sekarang jalan muluis semakin panjang dan menyenangkan…
kalau dulu hanya sampai di pertigaan menuju pantai jatimalang sekarang sudah tambah beberapa kilometer lagi ke barat.

tapi, setelah jalan mulus langsung berjerawat parah. karena naek motor dan bawa si kecil akhirnya menyerah sampai di pertigaan menuju kutoarjo dan belook kanan masuk kutoarjo kota. :P

36. Narantraya - August 13, 2013

saya lanjutkan cerita bro/sist misbmanise , tanggal 11 waktu kembali ke jakarta melewati jalan ini .untuk menghindari macet dijalur kutuarjo-gombong , masuk lewat kutuarjo melewati perlintasan KA .persis samping stasiun kutuarjo , lurus terus melewati desa grabak dijalur ini ada spbu satu2nya. kemudian belok ke kanan. kondisi jalan bergelombang dan sempit tak lama kemudian mulus kembali , memasuki daerah petanahan jalan kembali tidak rata .. namun memasuki daerah puring,karang bolong,srati keadaan jalan sangat bagus ,jika anda punya waktu luang bisa mampir kepantai karang bolong,pantai ayah,logending, disarankan jika melewati jalur ini kondisi kendaraan harus prima dengan kondisi jalan tanjakan/turunan exstrim dan sebaiknya dilakukan pada siang hari. dan jangan lupa isi bbm full , karena tidak ada spbu di daerah ini.menjelang tengah hari saya tiba di pantai ayah saya sempatkan mampir untuk istirahat dan mendinginkan mesin kendaraan yg harus kerja keras melahap tanjakan2 bukit gamping di daerah karangduwur dan srati. kemudian perjalanan saya lanjutkan kembali kondisi jalan cukup bagus memasuki pertigaan tlogosari saya arahkan kendaraan untuk belok ke kanan menuju tambak. jika lurus menuju adipala cilacap. selepas meninggalkan pantai ayah menuju tambak kondisi jalan sangat mulus kendaraan dapat di pacu lebih cepat namun hati2 jika melewati jembatan tambak . hanya bisa dilalui satu kendaraan dan harus bergantian. setengah jam kemudian saya sampai di pertemuan jalur utama tambak (sumpiuh) .

misbmanise - August 14, 2013

Dari pertigaan yg ke kutoarjo ke barat, jalan jeleknya seberapa lama&jauh bang?
keburu desperated sama kondisi jalannya jadinya pilih ke kota saja.

mampir, Bang. saya tambak. tepatnya perbatasan antara tambak-sumpiuh. Daerah setelah turunan yg di atasnya ada rel kereta.
salam kenal
^_^

Narantraya - August 14, 2013

wah sayang sekali mas bro .. jalan jeleknya kira-kira kurang lebih 100 meter saja setelah itu mulus. hehehehe..sepertinya baru saja diaspal ulang . saya melewati perlintasan kereta api sebelah kiri stasiun tambak sebelum masuk jalur utama , makasih bro ajakannya untuk mampir , salam kenal juga mas broo..

37. Rahmat hidayat - August 14, 2013

lebaran tahun 2013 saya melewati jaur dendles pengalaman menarik dan luar biasa untuk gw dan keluarga semoga kedepan ny pemerintah memperhatikan jalur tersebt

38. badak - August 31, 2013

nice info gan.besok mo ke cilacap dari grobogan &mo cobain jalur ini doain lancar&slamet mpe 7an

39. taruna arif - January 30, 2014

Baru 2 minggu lewat jalan itu pas acara touring cross klaten..tepatnya tanggal 19 januari 2014 dari arah jogja. Memang mulus..setelah habis jalur yg 4 lajur…rusaknya mnta ampun..cocok untuk kndaraan 4wd…saya sarankan lewat siang dan jangan lewat situ klau musim hujan berbahaya…bnyak lubang tertutup genangan air..temen saya sudah jadi korban…

40. Pryanto zupry - February 7, 2014

Ya.. Skrang jlannya sudah di perbaiki, tpi kalau daerah ambal saya kurang tahu.. Mampir jga di pantai suwuk.. Dkat pantai krang bolong untuk melepas lelah.. Bagus pantainya..

41. just alby - March 11, 2014

haloo saya di akhir bulan maret berencana berangkat dr jogjakarta menuju bandung dan berencana untuk melewati jalan alternatif daendels , untuk menghindari area kebumen yg diberitakan jalannya rusak akibat banjir, bagaimana mas2 – mba2 mengenai kondisi terakhir jalur ini? terimakasih

42. o - March 14, 2014

persisnya lupa kapan lewat disana
dulu pas masih sekolah
itu 11 atau 12 atau 13 tahun yang lalu
jalannya keren banget
dulu sih dari ujung ke ujung jalannya bagus semua
yang rusak cuman dikit banget
dan akhir akhir maret ini pengen ngelewat lagi kesana

43. bayu - March 30, 2014

sekarang jalannya sedang perbaikan total kemarin saya lewat situ ada alat berat ditempatkan di beberapa titik, diantaranya daerah ambal, ketawang purworejo dan buluspesantren. untuk daerah ketawang kayaknya mau diperlebar jalannya jadi semakin enak buat lewat jalan situ dech, terimakasih.

44. Riswahyu Rumekso - March 31, 2014

Agan-agan… ane mo tanya neh… Jalur ini banyak warung remang-remang gak..? Klo gak ada warung gituan gak asyik… Maap ya gan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: