jump to navigation

Pelabuhan Ratu (27 – 29 Juni 2009)

Pagi-pagi sekali kami sekeluarga telah bangun, sholat shubuh dan kemudian berkemas. Setelah itu aku menuju garasi untuk mempersiapkan kondisi mobil, cek air pendingin, air aki dan air wiper. Tak lupa kubawa GPS Garmin nuvi-ku sebagai alat pemandu, maklum aku belum pernah ke Pelabuhan Ratu. Di rumah sebelah, Teteh beserta keluarganya juga turut serta dengan membawa mobil Chevrolet Captiva-nya. Dalam perjalanan tersebut kami semua bersepuluh dengan membawa 2 mobil. Wisata ini memang sudah kami persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

===================================================

Peta perjalanan Jakarta – Pelabuhan Ratu

 

===================================================

Sekitar jam 6.30 pagi kami mulai bergerak melewati tol Jagorawi menuju Ciawi. Sengaja kami berangkat agak pagi untuk menghindari kemacetan di daerah Ciawi.

Sekitar jam 08.00 kami sampai di danau Lido yang terletak di pinggir jalan Raya Lido. Di danau ini kami beristirahat sejenak sambil sarapan pagi. Pemandangan di danau ini lumayan bagus. Oleh karena masih pagi, jadi masih agak sepi dan udaranya masih terasa sejuk. Tarif masuknya adalah 2000 rupiah per orang. Kami jumpai beberapa sampan dari bambu yang dapat di sewa di danau tersebut, aku tidak tahu persis berapa tarifnya karena kami tidak mencobanya.

===================================================

Pemandangan danau Lido

===================================================

Setelah itu kami lanjutkan perjalanan melewati pertigaan Cibadak – Sukabumi menuju Pelabuhan Ratu. Jalur Ciawi sampai pertigaan Cibadak merupakan jalan raya utama menuju kota Sukabumi yang kondisinya cukup bagus. Beberapa kemacetan kecil kami jumpai di daerah Cicurug oleh karena adanya pasar, truk besar yang berjalan lambat dan angkot yang ngetem sembarangan. Sedangkan, kondisi jalan mulai dari pertigaan Cibadak sampai Pelabuhan Ratu lumayan bagus (90% mulus), merupakan jalan dua jalur dan sedikit berkelok-kelok.

Ketika memasuki jalan raya Cisolok, kami diberhentikan oleh petugas berseragam pemda dan diharuskan membayar tiket retribusi sekitar 2000 rupiah per orang dan mobil dikenakan tarif sekitar 10000 rupiah per mobil. Posisi penarikan retribusi ini berada di dekat hotel Bayu Amrta di gerbang masuk jalan Raya Cisolok. Di malam hari para penarik retribusi ini tidak terlihat.

Kami menginap di sebuah penginapan bernama Desa Resort. Sengaja kami menyewa Bungalow yang terdiri dari 3 kamar dan satu ruangan kecil sebagai dapur dengan rate 1.2jt per malam. Menurutku tempat ini lumayan juga, sayangnya kamar mandinya agak sedikit kurang terawat.

===================================================

Desa Resort

===================================================

Di sore hari kami bermain di pantai di dekat Inna Hotel Samudra Beach Hotel. Untuk memasuki kawasan pantai, kami harus membayar 10.000 per mobil lagi, aneh ya… Padahal sebelumnya kami sudah bayar uang retribusi.

Pasir yang terdapat di sepanjang pantai Pelabuhan Ratu berwarna abu-abu kehitaman yang sepertinya merupakan butiran pasir yang berasal dari dengan kandungan unsur besi yang tinggi. Pantai ini sangat panjang. Secara pribadi, menurutku pantai ini tidak kalah indahnya dengan Pantai Kuta di Bali dengan fasilitas yang boleh dibilang masih sangat minim. Sepanjang sore kami bermain di pantai, sampai anakku tidak mau kembali ke penginapan, mungkin karena tadi sudah bayar mahal, hehe.. ogi banget ya.
Malamnya, kami pergi ke pasar TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Di pasar TPI ini, kami membeli 2 kg Cumi, beberapa ekor kepiting dan ikan kue tongkol berukuran sedang sebanyak 2 ekor. Kepiting yang kami beli sangat unik dengan bentuk kedua capit utamanya gepeng/tipis. Kepiting tersebut dimasak di sebuah warung di sekitar TPI, lezat sekali dengan daging yang sangat sangat lembut yang berbeda dengan kepiting yang biasa kami temui. Cumi kita masak di Bungalow dengan hanya menggunakan sambel yang tadi pagi masih tersisa sewaktu sarapan di danau Lido. Akan tetapi oleh karena cumi ini masih segar, rasanya nikmat sekali dan dagingnya pun empuk. 2 ekor ikan kue tongkol yang kita beli juga dibakar di bungalow, dengan hanya bermodalkan kecap tok. Setelah matang, kedua ikan itu hanya tersisa duri dan sirip saja hanya dalam waktu 30 menit, ganas, rakus, sedap, gurih, nikmat dan yang pasti kenyang.

Berikut adalah beberapa gambar yang dapat aku tampilkan tentang indahnya pantai Citepus, Pelabuhan Ratu di dekat Inna Hotel Samudra Beach Hotel.

====================================================

Anakku yang merangkak di atas pasir, aummm … aummm… awas ada harimau lewat.

====================================================

Ayooo … kita buat candi Muara Takus.

 

====================================================

Pemandangan ke arah Barat pantai di sore hari.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: